Pembelajaran IPA di sekolah menengah di Indonesia sering kali menghadapi keterbatasan fasilitas laboratorium dan sumber daya praktik, sehingga menghambat pemahaman siswa terhadap konsep-konsep sains yang abstrak seperti rangkaian listrik. EKLIPS (Edukit Listrik Praktis) dikembangkan menggunakan pendekatan design thinking untuk menyediakan media pembelajaran yang kontekstual dan berorientasi pada STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics). Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan guru dan meningkatkan praktik pembelajaran di kelas melalui integrasi media pembelajaran EKLIPS dalam pembelajaran sains, yang dilaksanakan melalui pelatihan dan implementasi kelas di SMPN 2 Malang. Rangkaian kegiatan meliputi pelatihan bagi guru serta implementasi di kelas yang melibatkan 29 siswa kelas IX. Data yang diperoleh dari observasi, lembar kerja siswa, serta kuesioner guru dan siswa dianalisis menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Guru memberikan respons yang sangat positif terhadap pelatihan yang diberikan, sementara implementasi di kelas berhasil mencapai tingkat ketuntasan belajar sebesar 93% (skor rata-rata = 84,9). Media EKLIPS secara efektif mampu menjembatani teori dan praktik, mendukung pengembangan keterampilan abad ke-21, serta menawarkan solusi praktis untuk pembelajaran sains yang kontekstual dan interaktif di sekolah-sekolah dengan keterbatasan sumber daya laboratorium.
Copyrights © 2026