Remaja merupakan kelompok yang rentan mengalami ketidakpuasan terhadap citra tubuh serta perilaku makan yang tidak seimbang. Observasi awal di SMKN 2 Lembar menunjukkan adanya siswa yang memiliki persepsi tubuh kurang optimal khususnya berat badan kurang atau berat badan berlebih, dan kebiasaan makan yang belum sesuai prinsip gizi seimbang, sehingga diperlukan intervensi edukatif untuk meningkatkan pemahaman mereka. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai body image positif dan pola makan seimbang, serta mengevaluasi perubahan pemahaman siswa setelah pelaksanaan penyuluhan. Metode kegiatan meliputi tahap perencanaan, persiapan materi, pelaksanaan penyuluhan melalui ceramah interaktif dan diskusi, serta evaluasi menggunakan kuesioner. Sampel terdiri dari 21 siswa berusia 15–17 tahun. Hasil menunjukkan bahwa 81% responden memiliki body image positif, sedangkan 19% mengalami ketidakpuasan ringan. Pada variabel pola makan, 57,1% berada pada kategori baik, 19,0% cukup, dan 23,9% kurang. Uji Chi-Square menghasilkan nilai p = 0,300, sehingga tidak ditemukan hubungan signifikan antara pola makan dan body image. Meskipun demikian, keberadaan ketidakpuasan tubuh ringan dan pola makan kurang pada sebagian siswa menunjukkan perlunya intervensi lanjutan. Kegiatan ini merekomendasikan pelaksanaan edukasi berkelanjutan melalui penguatan literasi gizi, peningkatan edukasi body image positif, serta integrasi pendekatan psikososial di lingkungan sekolah untuk mendukung kesehatan remaja secara komprehensif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026