Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kualitas inklusi keuangan, keterbatasan akses kredit produktif, dan belum optimalnya pemanfaatan digital banking pada usaha mikro di Sulawesi Selatan, meskipun transformasi ekonomi digital di Indonesia berkembang secara signifikan. Kesenjangan akses layanan keuangan formal dan rendahnya literasi keuangan digital menjadi hambatan utama pertumbuhan usaha mikro, khususnya di wilayah berkembang Indonesia Timur. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh inklusi keuangan, akses kredit, dan digital banking terhadap pertumbuhan usaha mikro di Sulawesi Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan paradigma post-positivist dan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah pelaku usaha mikro di Sulawesi Selatan, dengan sampel sebanyak 300 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis skala Likert dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS). Pengujian model dilakukan melalui evaluasi outer model dan inner model meliputi validitas konstruk, reliabilitas, path coefficient, R-square, dan pengujian hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inklusi keuangan, akses kredit, dan digital banking berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan usaha mikro. Digital banking menjadi variabel paling dominan dalam meningkatkan pertumbuhan usaha melalui efisiensi transaksi, percepatan arus kas, dan perluasan akses pasar. Penelitian ini menemukan bahwa transformasi digital sektor keuangan telah menjadi faktor strategis dalam pengembangan usaha mikro di Sulawesi Selatan. Novelty penelitian terletak pada integrasi Financial Inclusion Theory, Resource-Based View (RBV), dan Technology Acceptance Model (TAM) dalam menjelaskan pertumbuhan usaha mikro pada konteks daerah berkembang di Indonesia Timur. Penelitian ini berkontribusi secara teoretis terhadap pengembangan literatur financial inclusion dan digital financial services, serta secara praktis menjadi dasar kebijakan penguatan inklusi keuangan digital, akses kredit produktif, dan transformasi UMKM berbasis teknologi di Sulawesi Selatan.
Copyrights © 2026