Ulasan ini secara kritis meneliti dua artikel ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal Environmental Science and Ecotechnology, yang mengeksplorasi aspek lingkungan yang berbeda namun saling melengkapi. Studi ini menggunakan pendekatan SLR dan mengikuti kerangka kerja PRISMA untuk menemukan, menilai, dan menggabungkan dua artikel relevan dari basis data Scopus yang diterbitkan antara tahun 2020 dan 2026 yang berfokus pada dimensi lingkungan dari AI dan Gas Rumah Kaca (GRK). Artikel 1 (Ershun Du dkk., 2026) membahas bagaimana Tiongkok, sebagai negara penghasil emisi karbon dioksida terbesar di dunia, telah berjanji untuk mencapai puncak emisi CO2 sebelum tahun 2030 dan mencapai netralitas karbon sebelum tahun 2060. Artikel 2 (Bibri dkk., 2023) memberikan tinjauan sistematis komprehensif tentang kota ekologis cerdas dan solusi AI canggih untuk keberlanjutan lingkungan, dengan fokus pada Artificial Intelligence of Things (AIoT). Kedua studi tersebut menawarkan data dasar baru dan sangat relevan yang dapat melengkapi penelitian yang ada. Artikel 1 menggunakan kerangka kerja multi-model untuk mensimulasikan jalur dekarbonisasi Tiongkok secara keseluruhan, menggabungkan pendekatan top-down dan bottom-up, sedangkan Artikel 2 menggunakan tinjauan sistematis komprehensif.
Copyrights © 2026