Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki mahasiswa calon guru matematika dalam menghadapi tantangan pembelajaran abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kemampuan berpikir kritis mahasiswa melalui soal geometri analitik yang dirancang berdasarkan indikator berpikir kritis serta mengetahui respon mahasiswa setelah mengerjakan soal tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian terdiri atas 31 mahasiswa program studi pendidikan matematika. Instrumen penelitian berupa soal geometri analitik berbasis indikator berpikir kritis dan angket respon mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis matematis mahasiswa berada pada tingkat sedang, dengan nilai rata-rata sebesar 62,90. Dari 31 mahasiswa yang terlibat dalam penelitian 10 mahasiswa (32,26%) tergolong dalam kategori rendah, 13 mahasiswa (41,94%) termasuk dalam kategori sedang dan 8 mahasiswa (25,81%) dalam kategori tinggi. Temuan ini menunjukan bahwa mahasiswa telah memiliki kemampuan dasar dalam berpikir kritis, namun masih perlu ditingkatkan terutama dalam menganalisis pengembangan ide dan refleksi. Respon mahasiswa terhadap soal yang diberikan tergolong sangat baik, dengan persentase pada aspek kualitas soal sebesar 91,05%, respon terhadap kemampuan berpikir kritis sebesar 86,27% serta manfaat dan ketertarikan sebesar 86,11%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa soal geometri analitik berbasis berpikir kritis memiliki potensi untuk digunakan dalam melatih sekaligus mengeksplorasi kemampuan berpikir kritis mahasiswa.
Copyrights © 2026