Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran orang tua dalam membentuk santri penghafal Al-Qur’an di salah satu pondok pesantren tahfidz di wilayah Suko, Kabupaten Sidoarjo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi dan wawancara mendalam. Informan penelitian berjumlah sebelas orang, terdiri dari lima wali santri, lima santri penghafal Al-Qur’an dengan capaian hafalan 3 hingga 10 juz, serta satu ustadzah pembimbing tahfidz. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua berperan melalui penyediaan fasilitas hafalan, pembentukan lingkungan religius sejak dini, pemilihan lembaga pendidikan tahfidz, penerapan disiplin dan pembiasaan murojaah, serta pemberian motivasi dan doa secara konsisten. Selain itu, keinginan anak menjadi penghafal Al-Qur’an pada awalnya banyak berasal dari dorongan orang tua yang kemudian berkembang menjadi kesadaran pribadi anak. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa peran orang tua tidak hanya sebagai fasilitator, tetapi juga sebagai pembentuk motivasi intrinsik dan karakter religius anak melalui dukungan emosional, spiritual, dan keteladanan yang berkelanjutan, sehingga menjadi faktor penting dalam menjaga keberhasilan dan istiqamah santri dalam menghafal Al-Qur’an.
Copyrights © 2026