Menjamurnya kedai kopi modern di kawasan urban menjadikan kedai kopi tidak hanya sebagai tempat konsumsi, tetapi juga sebagai ruang sosial bagi generasi muda. Fenomena menarik muncul ketika suasana kedai kopi bersinggungan dengan berkumandangnya suara azan yang memunculkan berbagai respons keagamaan di kalangan anak muda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respons anak muda terhadap suara azan di tengah suasana kedai kopi, mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan penundaan salat, serta mengetahui upaya anak muda dalam menjaga praktik keagamaan di ruang publik tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus di Kafe Serupa dan Kafe Nahla, Kotabaru. Data diperoleh melalui observasi lapangan dan wawancara dengan pengelola kafe serta pengunjung dari kalangan anak muda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respons anak muda terhadap suara azan terbagi dalam beberapa bentuk, yaitu datang ke kedai kopi setelah salat, menghentikan percakapan sementara ketika azan berkumandang, dan menunda salat hingga kembali ke rumah. Faktor yang memengaruhi penundaan salat terdiri atas faktor internal berupa pilihan pribadi dan faktor eksternal seperti suasana nongkrong, pengaruh teman sebaya, penggunaan gawai, serta keterbatasan fasilitas ibadah di kedai kopi.
Copyrights © 2026