Tulisan ini membahas pandangan Abraham Geiger mengenai pengaruh tradisi Yahudi terhadap kenabian Muhammad dan kandungan Al-Qur’an. Kajian ini penting karena pemikiran Geiger termasuk salah satu fondasi awal dalam studi orientalis tentang asal-usul Islam. Penelitian menggunakan metode kepustakaan dengan pendekatan deskriptif-analitis, melalui penelaahan terhadap karya Judaism and Islam serta sejumlah literatur pendukung yang membahas pemikiran Geiger dan kritik terhadap orientalisme. Hasil kajian menunjukkan bahwa Geiger menganggap adanya pengaruh tradisi Yahudi dalam beberapa aspek, meliputi kosakata Al-Qur’an, doktrin keagamaan, aturan hukum dan moral, pandangan hidup, serta kisah-kisah keagamaan. Selain itu, Geiger juga memandang bahwa interaksi Nabi Muhammad dengan komunitas Yahudi di Arabia turut membentuk ajaran Islam. Namun, pandangan tersebut tidak dapat diterima begitu saja karena sangat dipengaruhi oleh pendekatan historis-kritis yang cenderung apriori dan reduksionis terhadap sumber-sumber Islam. Dengan demikian, pemikiran Geiger lebih tepat dipahami sebagai representasi awal kecenderungan orientalis dalam membaca Islam daripada sebagai kesimpulan final tentang asal-usul ajaran Islam.
Copyrights © 2026