Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran filsafat pendidikan Islam dalam merespons krisis identitas yang dialami generasi digital melalui pendekatan ontologis dan aksiologis. Metode yang digunakan adalah kualitatif berbasis library research, dengan menelaah berbagai literatur klasik dan kontemporer, termasuk karya-karya filsafat pendidikan Islam, jurnal akademik, serta buku yang relevan dengan isu identitas dan perkembangan teknologi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krisis identitas generasi digital dipengaruhi oleh disorientasi nilai, arus informasi yang tidak terfilter, serta lemahnya landasan ontologis tentang hakikat manusia. Dalam perspektif filsafat pendidikan Islam, manusia dipandang sebagai makhluk yang memiliki dimensi jasmani dan ruhani yang harus dikembangkan secara seimbang. Secara aksiologis, pendidikan Islam menekankan pentingnya nilai moral, etika, dan spiritual sebagai pedoman dalam menghadapi tantangan era digital. Kesimpulannya, filsafat pendidikan Islam menawarkan kerangka konseptual yang komprehensif untuk membangun identitas generasi digital yang utuh, dengan mengintegrasikan aspek pengetahuan, nilai, dan tujuan hidup yang berorientasi pada keseimbangan duniawi dan ukhrawi.
Copyrights © 2026