Reformasi : Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Vol 15, No 3 (2025)

Beyond CSR: Triple Bottom Line sebagai Strategi Legitimasi Perusahaan Multinasional dalam Implementasi SDGs 12 di Indonesia

Salsabila Amarra Wijaya (Departemen Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia)
Nurul Isnaeni (Departemen Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia)



Article Info

Publish Date
01 Jun 2026

Abstract

This research aims to examine the role of Unilever Indonesia as a multinational company (MNCs) that initiated the Green Clean program and developed the Waste Bank in supporting sustainable production and consumption (SDGs-12) in Indonesia. This research uses the concept of Corporate Social Responsibility and Triple Bottom Line theory to analyze the reasons or factors that influence Unilever Indonesia to develop the Waste Bank initiative to realize sustainable production and consumption. This research uses a descriptive qualitative approach with a case study. The results show that Unilever Indonesia's decision to develop the Bank Sampah program is strongly rooted in internal factors, related to the global company's strategy, values, and commitment to sustainability, and external factors related to market needs, environmental challenges and regulatory pressures. Through the Waste Bank program that integrates Triple Bottom Line sustainability aspects, Unilever Indonesia has supported the achievement of SDGs-12 targets in Indonesia.Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran Unilever Indonesia sebagai perusahaan multinasional (MNCs) yang menginisiasi program Green Clean dan mengembangkan Bank Sampah dalam mendukung produksi dan konsumsi yang berkelanjutan (SDGs-12) di Indonesia. Penelitian ini menggunakan konsep Corporate Social Responsibility dan teori Triple Bottom Line untuk menganalisis alasan atau faktor-faktor yang mempengaruhi Unilever Indonesia mengembangkan inisiatif Bank Sampah untuk mewujudkan produksi dan konsumsi yang berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan Unilever Indonesia untuk mengembangkan program Bank Sampah berakar kuat pada faktor internal terkait strategi, nilai-nilai, dan komitmen perusahaan global terhadap keberlanjutan, dan faktor eksternal terkait kebutuhan pasar, tantangan lingkungan dan tekanan regulasi. Melalui program Bank Sampah yang mengintegrasikan aspek keberlanjutan Triple Bottom Line, Unilever Indonesia telah mendukung tercapainya target SDGs-12 di Indonesia.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

reformasi

Publisher

Subject

Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Social Sciences

Description

Reformasi adalah jurnal peer-review yang menerbitkan artikel tentang praktik, teori, dan penelitian di semua bidang komunikasi politik, komunikasi massa, media & gender, komunikasi pemasaran, pelayanan publik, manajemen publik, pelayanan publik, kebijakan publik, dan otonomi daerah. Scope jurnal ...