Amkop Management Accounting Review (AMAR)
Vol. 6 No. 1 (2026): January - June

Sustainability Analysis of Farmers' Social Capital Aspects of Clove Farming in Bone Bolango Regency, Gorontalo Province

Mirda Lasena (Postgraduate, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Gorontalo, Gorontalo, Indonesia)
Ria Indriani (Postgraduate, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Gorontalo, Gorontalo, Indonesia)
Irwan Bempah (Agribusiness Study Program, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Gorontalo, Gorontalo, Indonesia)



Article Info

Publish Date
12 Jun 2026

Abstract

Usahatani cengkeh di Kecamatan Bone, Kabupaten Bone Bolango, merupakan sumber penghidupan penting sekaligus penopang agribisnis rempah daerah. Namun keberlanjutan sistem ini tidak hanya ditentukan oleh faktor ekonomi dan lingkungan, melainkan juga oleh modal sosial petani yang membentuk kegiatan budidaya dan relasi pasar. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi modal sosial terhadap kegiatan petani cengkeh serta menilai status keberlanjutan usahatani secara multiaspek. Penelitian menggunakan desain kombinasi kuantitatif dan kualitatif di Kecamatan Bone pada Juli–September 2025. Data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan diskusi kelompok terarah dengan informan kunci petani dan pemangku kepentingan lokal, didukung data sekunder. Analisis kualitatif mengikuti langkah reduksi, penyajian, dan verifikasi, sedangkan status keberlanjutan dihitung menggunakan Multiaspect Sustainability Analysis pada tujuh aspek: lingkungan, sosial, ekonomi, jaringan, norma dan nilai, kepercayaan, serta kegiatan petani. Hasil menunjukkan aspek lingkungan berada pada kategori berkelanjutan, terutama ditopang praktik adaptasi dan mitigasi iklim serta pengelolaan kebun yang relatif selaras dengan kondisi agroekologi. Sebaliknya, aspek sosial, ekonomi, jaringan, norma dan nilai, kepercayaan, serta kegiatan petani masih berkelanjutan rendah atau rentan. Modal sosial internal petani kuat melalui ikatan kekerabatan, gotong royong, dan saling percaya antarpetani, sehingga menopang praktik budidaya tradisional. Namun lemahnya jejaring dan kepercayaan eksternal membatasi akses pada inovasi, pembiayaan, dan pasar, yang tercermin pada rendahnya keberlanjutan ekonomi dan jaringan. Faktor pengungkit utama meliputi peningkatan taraf hidup petani, penggunaan teknologi panen hemat tenaga, kontrak penjualan tetap, keterlibatan kolektif dalam pengelolaan sumber daya alam, transparansi harga pasar, dan penggemburan tanah. Studi ini menegaskan bahwa penguatan modal sosial menuju jejaring lintas lembaga dan pasar merupakan prasyarat perbaikan keberlanjutan sosial-ekonomi usahatani cengkeh. Temuan memberikan dasar prioritas intervensi kebijakan dan memperkaya pemahaman tentang peran modal sosial dalam keberlanjutan perkebunan cengkeh di tingkat lokal.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

amar

Publisher

Subject

Humanities Economics, Econometrics & Finance Social Sciences

Description

Amkop Management Accounting Review (AMAR) futhermore seeks to advance an understanding of management accounting in its broader context, such as issues related to the interface between internal and external reporting or taxation. New theories, topical areas, and research methods, as well as original ...