Pemanfaatan serat alam dalam pengembangan material komposit terus mengalami perkembangan signifikan sebagai alternatif pengganti serat sintetis. Serat kulit kayu waru (Hibiscus tiliaceus) merupakan salah satu serat alam yang keberadaannya melimpah di Indonesia, namun pemanfaatannya masih terbatas pada industri kerajinan tangan dan pembuatan tali. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi serat kulit kayu waru dan fiberglass terhadap sifat mekanik material komposit, khususnya kekuatan tarik. Metode penelitian menggunakan variasi fraksi volume serat kulit kayu waru (0%–20%) dan fiberglass (20%–0%) dengan komposisi matriks resin poliester konstan sebesar 80%. Spesimen uji dibuat menggunakan metode hand lay-up dan diuji mengikuti standar ASTM D 638-01. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kekuatan tarik tertinggi diperoleh pada variasi A (20% fiberglass, 0% serat waru) sebesar 135,25 MPa, sedangkan kekuatan tarik terendah ditemukan pada variasi E (0% fiberglass, 20% serat waru) sebesar 30,03 MPa. Meskipun kekuatan tarik serat kulit kayu waru belum setara dengan fiberglass, hasil penelitian menunjukkan bahwa serat kulit kayu waru memiliki potensi yang baik sebagai material penguat alternatif dalam aplikasi komposit dengan beban rendah hingga sedang, sekaligus mendukung pengembangan material ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026