Intake PLTA Saguling sudah terpapar beban pencemaran dari DAS Citarum Hulu yang berpotensi meningkatkan korosivitas air dan merusak infrastruktur pembangkit. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tren temporal korosivitas air dengan menggunakan metoda Langelier Saturation Index (LSI) atau Indeks Jenuh Langelier dan statistik parametrik. Data kualitas air yang digunakan adalah data dari tahun 2004 – 2019 pada musim hujan dan musim kemarau dengan mengidentifikasi lima parameter kunci korosivitas yaitu pH, temperatur, TDS, HCO3- dan Ca. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa rata‑rata pH adalah 7,31 ± 0,52 ( musim hujan) dan 7,60 ± 0,76 (musim kemarau); rata‑rata TDS 201,03 mg/L (musim hujan) dan 151,07 mg/L (musim kemarau); Ca2+ masing‑masing 24,07 dan 16,16 mg/L. Hal ini menginformasikan bahwa nilai LSI konsisten negatif dengan rerata nilai LSI pada musim hujan: -2.39 dan LSI pada musim kemarau: - 2,17. Kondisi ini menunjukkan bahwa Waduk Saguling berpotensi korosif sepanjang periode. Persamaan regresi LSI pada musim hujan, y = −0.0311 x + 60.213 dan y = −0.0174 x + 32.788 (musim kemarau) juga menunjukkan bahwa potensi terjadinya korosi lebih nyata pada musim hujan. Langkah untuk mengurangi resiko korosif operasional jangka panjang dibutuhkan pemantauan kualitas air berkala dan penerapan strategi pengendalian sumber pencemar penyebab korosif.
Copyrights © 2026