Sintesis adsorben silika berbasis limbah biomassa menjadi salah satu alternatif yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai material ramah lingkungan dan ekonomis dalam pengolahan air. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis adsorben silika dari daun bambu kuning menggunakan metode sol-gel dengan variasi konsentrasi CH₃COOH dan waktu aging, serta mengevaluasi kemampuan adsorpsinya terhadap ion Mn²⁺ dalam air sungai. Daun bambu kuning dikalsinasi pada suhu 600°C selama 4 jam hingga diperoleh abu dengan kandungan SiO₂ sebesar 57%. Proses ekstraksi silika dilakukan menggunakan larutan NaOH untuk menghasilkan natrium silikat, kemudian dilanjutkan dengan pembentukan gel melalui penambahan CH₃COOH pada konsentrasi 3, 4, dan 5 M dengan variasi waktu aging selama 12–16 jam. Adsorben yang dihasilkan dikarakterisasi menggunakan analisis BET, SEM, dan XRF. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi CH₃COOH dan waktu aging berpengaruh terhadap luas permukaan dan kadar silika adsorben. Kondisi optimum diperoleh pada konsentrasi CH₃COOH 5 M dan waktu aging 14 jam dengan luas permukaan sebesar 86,521 m²/g serta kadar SiO₂ sebesar 99,4%. Pengaplikasian adsorben pada air Sungai Pelayaran mampu menurunkan konsentrasi Mn²⁺ dari 0,0266 mg/L menjadi 0,0179 mg/L dengan efisiensi adsorpsi sebesar 32,70%.
Copyrights © 2026