Jurnal Rekayasa Hijau
Vol 10, No 2 (2026)

Accuracy Analysis of Mining Material Volume Estimation Using Terrestrial Laser Scanning and UAV Photogrammetry

Dedi Wijaya (Program Studi Teknik Geodesi, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Nasional Bandung)
Gusti Ayu Jessy Kartini (Program Studi Teknik Geodesi, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Nasional Bandung)



Article Info

Publish Date
05 Aug 2026

Abstract

AbstrakPengukuran volume stockpile batubara berperan penting dalam perencanaan produksi dan pengendalian logistik tambang. Penelitian ini mengevaluasi akurasi, efisiensi operasional, dan biaya survei menggunakan Terrestrial Laser Scanning (TLS) dan UAV fotogrametri pada stockpile batubara di Site Banko Barat, Sumatera Selatan. Akuisisi data dilakukan menggunakan TLS Riegl VZ-2000i dan UAV Wingtra Gen II. Hasil menunjukkan error registrasi TLS sebesar 0,0244 m dan UAV sebesar 0,0647 m. Volume yang dihasilkan masing-masing sebesar 170.625,147 m3 dan 168.580,104 m3, dengan selisih 1,199%, masih berada di bawah toleransi ASTM D6172-98 sebesar 2%. Perbedaan volume dipengaruhi mekanisme pembentukan point cloud, di mana TLS menghasilkan representasi elevasi yang lebih detail dibandingkan rekonstruksi Structure from Motion (SfM) pada UAV. UAV lebih efisien dari sisi waktu dan biaya, sedangkan TLS memberikan akurasi geometrik yang lebih tinggi sehingga keduanya dapat dipilih sesuai kebutuhan operasional.Kata kunci: batubara, stockpile, akurasi, volume, TLS, UAV fotogrametri, point cloud  AbstractCoal stockpile volume measurement is essential for production planning and mine logistics management. This study evaluates the accuracy, operational efficiency, and survey cost of Terrestrial Laser Scanning (TLS) and UAV photogrammetry for measuring a coal stockpile at Banko Barat Site, South Sumatra, Indonesia. Data were acquired using a Riegl VZ-2000i TLS and a Wingtra Gen II UAV. The registration errors were 0.0244 m for TLS and 0.0647 m for UAV. The calculated volumes were 170,625.147 m3 and 168,580.104 m3, respectively, with a difference of 1.199%, which is below the 2% tolerance specified by ASTM D6172-98. The volume discrepancy is attributed to differences in point cloud generation, where TLS provides more detailed elevation representation than Structure from Motion (SfM)-based UAV reconstruction. UAV offers greater time and cost efficiency, whereas TLS provides higher geometric accuracy, making both methods suitable depending on operational requirements.Keywords: coal, stockpile, accuracy, volume, TLS, UAV photogrammetry, point cloud

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

rekayasahijau

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Earth & Planetary Sciences

Description

Jurnal Rekayasa Hijau diterbitkan 3 kali dalam satu tahun. Berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan kajian analisis di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, desain dan kebijakan ramah lingkungan. ...