Pertambahan penduduk dan perkembangan di Kota Medan yang mengarah hingga ke daerah pinggiran menyebabkan kebutuhan lahan di area pinggiran kota semakin meningkat sehingga kecamatan yang berada pada pinggiran Kota Medan mengalami adanya alih fungsi lahan. Kecamatan Medan Labuhan merupakan salah satu wilayah kawasan industri di kota medan. Pembangunan lahan terbangun secara terus menerus khususnya di daerah pinggiran dapat menyebabkan banyak dampak lingkungan, sosial dan ekonomi terhadap kawasannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perubahan tutupan lahan di kecamatan medan labuhan selama 10 tahun (2014 – 2024). Metode analisis yang digunakan adalah Land Use Change Analysis (LUCA) yang berbasis GIS dan Analisis Superimpose (Overlay). Integrasi kedua analisis ini akan menghasilkan peta perubahan tutupan lahan selama satu dekade dan nilai perubahan luas dari masing-masing tutupan lahan di Kecamatan Medan Labuhan Kota Medan. Hasil penelitian ini menemukan bahwa perubahan tutupan lahan di Kecamatan Medan Labuhan tahun 2014 – 2024 terjadi pengurangan batas wilayah yaitu sebesar 98,68 Ha. Konversi lahan RTH – Lahan Terbangun adalah sebesar 532,9 Ha atau sekitar 15,1% dari luas wilayah Kecamatan Medan Labuhan. Kelurahan yang mengalami konversi lahan tertinggi adalah Kelurahan Tangkahan yaitu sekitar 139,8 Ha. Salah satu penyebab terjadinya konversi lahan adalah kawasan industri yang meluas dan pembangunan permukiman yang tidak terencana.
Copyrights © 2026