Gangguan muskuloskeletal (Musculoskeletal Disorders/MSDs) menjadi salah satu permasalahan ergonomi yang sering terjadi pada pekerja di sektor industri manufaktur, termasuk operator mesin CNC Milling yang sebagian besar aktivitas kerjanya dilakukan dengan postur berdiri. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis terhadap risiko postur kerja operator mesin CNC Milling di CV. Mitra Engineering Santosa (MIENSA) dengan menerapkan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA). Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasional cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi secara langsung, dokumentasi aktivitas kerja, pengukuran sudut postur tubuh menggunakan software AutoCAD, serta wawancara dengan operator. Berdasarkan hasil analisis diperoleh skor REBA sebesar 4 yang termasuk dalam kategori risiko sedang sehingga diperlukan upaya perbaikan ergonomi. Hasil observasi dan wawancara menunjukkan bahwa operator mengalami keluhan berupa ketidaknyamanan serta nyeri pada bagian kaki yang diduga berhubungan dengan dominasi postur berdiri selama melakukan aktivitas kerja. Usulan perbaikan yang diberikan meliputi penyediaan kursi ergonomis yang digunakan pada saat proses pengawasan permesinan, penerapan sistem job rotation, serta pemberian waktu istirahat aktif. Dari beberapa alternatif tersebut, penyediaan kursi ergonomis dipilih sebagai solusi yang paling efektif dan efisien karena mampu memberikan variasi posisi kerja antara duduk dan berdiri tanpa menghambat aktivitas produksi.
Copyrights © 2026