Keandalan trafo sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan, termasuk gangguan dari hewan liar seperti burung, tikus, dan ular. Gangguan tersebut berpotensi menimbulkan korsleting, kerusakan isolator, hingga pemadaman listrik yang berdampak luas pada distribusi daya. Sistem pengawasan yang saat ini digunakan masih mengandalkan patroli manual yang tidak mampu memberikan pemantauan secara real-time, sehingga risiko gangguan hewan sulit diminimalisir. Kondisi ini menunjukkan perlunya pengembangan sistem monitoring otomatis berbasis teknologi yang lebih responsif dan presisi. Penelitian ini bertujuan merancang dan menguji sistem monitoring gangguan hewan pada trafo gardu induk 150 kV berbasis Internet of Things (IoT) sebagai solusi deteksi dini. Pengujian dilakukan menggunakan metode Research and Development (R&D) melalui tahap perancangan, pembuatan, dan evaluasi performa. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem memiliki akurasi keberhasilan deteksi hewan sebesar 90,7%, serta mampu mengirimkan gambar ke Telegram dengan delay rata-rata 5 detik pada kondisi jaringan stabil. Dengan demikian, sistem monitoring berbasis IoT yang dikembangkan mampu meminimalisir potensi gangguan hewan pada trafo gardu induk, sehingga meningkatkan keandalan dan efisiensi operasional jaringan listrik.
Copyrights © 2026