Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi dosis koagulan alum dan poly aluminium chloride (PAC) terhadap efektivitas proses koagulasi pada water treatment plant (WTP) industri air minum dalam kemasan (AMDK) serta mengevaluasi kapabilitas proses menggunakan pendekatan Six Sigma. Penelitian dilakukan menggunakan metode jar test dengan variasi dosis koagulan 10 mg/L, 20 mg/L, dan 30 mg/L. Parameter kualitas air yang dianalisis meliputi pH, total dissolved solids (TDS), turbidity, Fe, dan Mn. Data hasil pengujian dianalisis secara deskriptif, uji statistik, serta pendekatan Six Sigma melalui tahapan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) menggunakan parameter DPMO, sigma level, Cp, dan Cpk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan dosis koagulan berpengaruh terhadap penurunan turbidity, Fe, dan Mn. Koagulan PAC dosis 30 mg/L memberikan hasil terbaik dengan nilai turbidity sebesar 0,18 NTU, Fe sebesar 0,015 mg/L, dan Mn sebesar 0,009 mg/L. PAC juga menghasilkan kestabilan pH yang lebih baik dibandingkan alum karena memiliki polimer aluminium terhidrolisis yang mampu mempercepat proses charge neutralization dan membentuk flok yang lebih padat. Berdasarkan analisis Six Sigma, kondisi proses setelah optimasi menunjukkan peningkatan kapabilitas proses dengan penurunan nilai DPMO dari 600.000 menjadi 0 serta peningkatan nilai Cpk turbidity menjadi 2,53 dan Fe menjadi 1,05. Dengan demikian, penggunaan PAC dosis 30 mg/L dinilai paling optimal dan mampu meningkatkan stabilitas kualitas air pada proses pengolahan air industri AMDK.
Copyrights © 2026