Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan pertumbuhan tercepat di dunia, dengan lebih dari 537 juta penderita (Magliano and Boyko, 2021) dan diperkirakan melebihi 830 juta kasus . Survei Kesehatan Indonesia 2023 melaporkan prevalensi 1,7% dan meningkat menjadi 2,2% pada penduduk usia ?15 tahun, sementara proporsi kasus tidak terdiagnosis pada usia 15–24 tahun mencapai 1,8%. Mahasiswa keperawatan sebagai bagian dari kelompok dewasa muda memiliki paparan tinggi terhadap konten makanan viral di media sosial. Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) dapat mendorong konsumsi impulsif makanan tinggi gula dan kalori sehingga berpotensi meningkatkan risiko metabolik. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara FOMO makanan viral dan risiko diabetes melitus pada mahasiswa keperawatan. Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif cross-sectional dengan 115 responden berusia 15–24 tahun di Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Daerah Sumedang, yang dipilih melalui rumus Slovin dan stratified random sampling. Instrumen yang digunakan adalah Viral Food FOMO Scale (20 item tervalidasi) dan FINDRISC versi Indonesia. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dan Cramer’s V. Hasil: Mayoritas responden memiliki tingkat FOMO sedang serta risiko diabetes sangat rendah hingga rendah. Analisis menunjukkan adanya hubungan bermakna antara FOMO makanan viral dan risiko diabetes melitus dengan kekuatan hubungan sedang. Simpulan: FOMO terkait makanan viral berhubungan signifikan dengan peningkatan risiko diabetes melitus pada kelompok dewasa muda. Meskipun risiko keseluruhan rendah, keberadaan potensi kasus tidak terdiagnosis menegaskan pentingnya skrining dini, edukasi gizi, dan upaya promotif untuk mencegah risiko metabolik di masa mendatang.
Copyrights © 2026