Aktivitas penambangan bijih nikel dengan sistem tambang terbuka di Kabupaten Morowali menghasilkan limpasan permukaan akibat alih fungsi lahan, sehingga berpotensi meningkatkan beban sedimen dan logam berat yang dapat menurunkan kualitas lingkungan perairan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kuantitas dan kualitas air limpasan sebagai dasar penentuan unit pengolahan yang tepat agar memenuhi baku mutu lingkungan. Metode yang digunakan meliputi analisis hidrologi untuk estimasi debit limpasan dengan metode rasional berdasarkan data curah hujan maksimum 15 tahun, delineasi daerah tangkapan menggunakan DEM melalui ArcGIS, serta analisis kualitas air melalui uji laboratorium parameter pH, TSS, dan logam berat (Cu, Cd, Zn, Pb, Ni, Cr total, dan Cr(VI)) mengacu pada standar SNI dan APHA. Hasil penelitian menunjukkan debit limpasan rencana sebesar 23,96 m³/detik dengan luas catchment area 2,501 km². Parameter TSS, Cr total, dan Cr(VI) melebihi baku mutu, sedangkan parameter logam lainnya masih memenuhi ketentuan. Tingginya TSS dipengaruhi oleh erosi lahan terbuka, sementara keberadaan Cr (VI) disebabkan oleh oksidasi Cr (III) pada material laterit dalam kondisi tropis. Berdasarkan evaluasi teknis, unit koagulasi–flokulasi menggunakan FeSO₄ dipilih karena efektif menurunkan TSS dan Cr serta sesuai untuk kondisi debit tinggi dan fluktuatif.
Copyrights © 2026