Studi ini dilakukan untuk mengkaji pandangan masyarakat terhadap praktik peternakan sapi potong di Kabupaten Bireuen. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kombinasi (mixed methods) yang mengintegrasikan metode kuantitatif dan metode kualitatif untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur, observasi lapangan, dan kuesioner berbasis skala Likert, dengan indikator penilaian meliputi bau, pengelolaan limbah, pencemaran air, dan kondisi kandang. Hasil analisis data menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap peternakan sapi potong di Kabupaten Bireuen berada pada kategori terganggu dengan total skor 1.392, yang menunjukkan bahwa sistem peternakan semi intensif di Kabupaten Bireuen masih belum optimal dan dibutuhkan intervensi yang berkelanjutan agar ketahanan stok pangan berupa daging sapi dapat terus terjaga.
Copyrights © 2026