Pencemaran udara merupakan permasalahan lingkungan kompleks yang dipengaruhi oleh aktivitas antropogenik dan kondisi meteorologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keandalan serta akurasi model cuaca-kimia terintegrasi Weather Research and Forecasting with Chemistry (WRF-Chem) dalam mensimulasikan polutan Ozon (O3) dan Particulate Matter (PM2.5) di Kota Manado. Evaluasi dilakukan dengan memvalidasi luaran simulasi terhadap data observasi otomatis dan kontinyu dari Air Quality Monitoring System (AQMS) pada 2-3 Mei 2022. Berdasarkan panduan standar statistik, parameter O3 diuji menggunakan Unpaired Peak Accuracy (UPA), Mean Normalized Bias Error (MNBE), dan Mean Normalized Gross Error (MNGE), sedangkan PM2.5 diuji melalui Mean Fractional Bias (MFB) dan Mean Fractional Error (MFE). Hasil analisis menunjukkan konsentrasi puncak diurnal O3 mencapai 74 μg/m³ dan PM2.5 melonjak hingga 92 μg/m³ pada jam sibuk sore hari. Secara statistik, model WRF-Chem dinyatakan valid untuk memproyeksikan parameter O3 (UPA 1,52%; MNBE -0,16%; MNGE 17,34%). Sebaliknya, model dinyatakan tidak valid untuk PM2.5 (MFB-111,96%; MFE 111,96%) karena mengalami gejala underestimate parah akibat ketergantungan pada inventarisasi emisi global. Penelitian ini memberikan informasi penting mengenai performa model guna penyusunan kebijakan pengendalian pencemaran udara di Kota Manado.
Copyrights © 2026