Kabupaten Bandung Barat merupakan wilayah di Provinsi Jawa Barat yang memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana gerakan tanah akibat kondisi topografi curam, intensitas curah hujan ekstrem, serta degradasi tutupan lahan yang terjadi secara masif. Salah satu faktor utama penyebab eskalasi potensi longsor adalah deforestasi yang menurunkan tingkat kestabilan lereng. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola spasiotemporal kehilangan tutupan tajuk pohon serta mendelineasi zona rawan longsor menggunakan komputasi awan Google Earth Engine selama periode observasi tahun 2013 hingga 2024. Metodologi penelitian mengintegrasikan dataset multi-sensor yang meliputi Hansen Global Forest Change dan JRC Tropical Moist Forest, data elevasi digital SRTM, serta data presipitasi CHIRPS. Hasil pengujian akurasi membuktikan bahwa algoritma Hansen memiliki tingkat keandalan yang lebih tinggi dengan nilai akurasi menyeluruh sebesar 0,762. Sintesis dari seluruh parameter bahaya tersebut berhasil mengidentifikasi keberadaan zona risiko sangat tinggi seluas 478,27 hektar. Zona kritis ini merupakan hasil sintesis penumpangan berbobot antara area kehilangan vegetasi pelindung, lereng bersudut ekstrem, dan paparan curah hujan di atas 2500 milimeter per tahun.
Copyrights © 2026