Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh tinggi terbang UAV LiDAR terhadap akurasi model permukaan pada terrain terjal kawasan pertambangan. Akuisisi data dilakukan pada ketinggian 100 m, 150 m, dan 200 m di atas permukaan tanah. Kerapatan titik dianalisis menggunakan point density dan point spacing, sedangkan akurasi model permukaan dievaluasi menggunakan RMSE berdasarkan Independent Control Point (ICP). Tinggi terbang 100 m diperoleh RMSEr sebesar 0,064 m dan RMSEz sebesar 0,038 m. Pada tinggi terbang 150 m, nilai RMSEr dan RMSEz meningkat menjadi 0,071 m dan 0,065 m. Pada tinggi terbang 200 m, RMSEr tetap sebesar 0,071 m, sedangkan RMSEz meningkat menjadi 0,124 m. Peningkatan tinggi terbang menyebabkan point density menurun dari 1124,25 points/m² menjadi 155,75 points/m², sementara point spacing meningkat dari 2,98 cm menjadi 8,01 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggi terbang lebih berpengaruh terhadap ketelitian vertikal dibandingkan ketelitian horizontal. Berdasarkan Peraturan Kepala BIG Nomor 15 Tahun 2014, data tinggi terbang 100 m dan 150 m memenuhi ketelitian peta RBI skala 1:1.000 kelas 1, sedangkan data pada tinggi terbang 200 m memenuhi ketelitian peta RBI skala 1:1.000 kelas 2.
Copyrights © 2026