PT XYZ merupakan unit pelaksana distribusi tenaga listrik yang melaksanakan pekerjaan pemeliharaan jaringan melalui Tim Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB). Salah satu pekerjaan yang memiliki tingkat risiko tinggi adalah penggantian jumper atas yang dilakukan pada jaringan distribusi 20 kV yang masih bertegangan dan di ketinggian. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko, serta merumuskan usulan pengendalian risiko menggunakan metode Job Safety Analysis (JSA) dan Hazard Identification, Risk Assessment and Risk Control (HIRARC). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara dengan lima anggota Tim PDKB, serta dokumen Instruksi Kerja (IK). Hasil penelitian menunjukkan terdapat 16 tahapan pekerjaan dengan 31 potensi bahaya yang teridentifikasi. Penilaian risiko awal menunjukkan 12 potensi bahaya (38,7%) berkategori Extreme, 7 (22,6%) berkategori High, 11 (35,5%) berkategori Medium, dan 1 (3,2%) berkategori Low. Setelah penerapan rekayasa teknik, pengendalian administratif, dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), kategori Extreme menurun menjadi 0 (0,0%), kategori High menjadi 5 potensi bahaya (16,1%), kategori Medium menjadi 7 potensi bahaya (22,6%), sedangkan kategori Low meningkat menjadi 19 potensi bahaya (61,3%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode JSA dan HIRARC mampu mengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko, serta mendukung mitigasi risiko pada pekerjaan penggantian jumper atas.
Copyrights © 2026