Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan daun katuk (Sauropus androgynus) dalam ransum terhadap konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, bobot akhir, serta kandungan kolesterol pada daging entok. Penelitian dilaksanakan selama 30 hari menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola searah, terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Sebanyak 24 ekor entok umur 1 minggu dibagi ke dalam 4 kelompok perlakuan, yaitu: R0 = ransum tanpa daun katuk (kontrol); R1 = ransum dengan penambahan 5% tepung daun katuk; R2 = ransum dengan penambahan 7,5% tepung daun katuk; dan R3 = ransum dengan penambahan 10% tepung daun katuk. Peubah yang diamati meliputi konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, bobot akhir dan kandungan kolesterol daging. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan daun katuk hingga tingkat 10% dalam ransum tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, bobot akhir, dan kandungan kolesterol dalam daging entok. Meskipun demikian, terdapat kecenderungan penurunan kadar kolesterol pada daging seiring meningkatnya tingkat penambahan daun katuk dalam ransum. Rataan kandungan kolesterol daging pada perlakuan R0, R1, R2, dan R3 berturut-turut adalah 38,00; 37,00; 32,33; dan 32,33 mg/100 g. Kesimpulan penelitian adalah bahwa penambahan daun katuk hingga tingkat 10% dalam ransum entok tidak berpengaruh nyata terhadap konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, bobot akhir, dan kandungan kolesterol dalam daging.
Copyrights © 2024