Adverse Childhood Experiences (ACEs) merupakan pengalaman negatif pada masa kanak-kanak yang dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap kemampuan individu dalam beradaptasi, termasuk resiliensi. Dukungan sosial dipandang sebagai faktor protektif yang berpotensi mengurangi dampak negatif ACEs, namun penelitian yang menguji peran masing-masing dimensi dukungan sosial sebagai moderator pada populasi emerging adulthood di Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Adverse Childhood Experiences terhadap resiliensi serta menguji peran emotional support, informational support, tangible support, dan belonging support sebagai variabel moderator. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sebanyak 189 responden dengan riwayat ACEs berpartisipasi dalam penelitian ini. Data dikumpulkan menggunakan ACE Questionnaire, Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC) versi Bahasa Indonesia, dan skala dukungan sosial yang disusun berdasarkan teori Bert N. Uchino. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear dan analisis moderasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ACEs berpengaruh negatif dan signifikan terhadap resiliensi dengan kontribusi sebesar 7,5%. Dari empat dimensi dukungan sosial yang diuji, hanya belonging support yang terbukti memoderasi hubungan antara ACEs dan resiliensi, ditunjukkan oleh peningkatan koefisien determinasi (R²) dari 7,5% menjadi 18,8% serta efek interaksi yang signifikan (p = 0,032). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi paparan ACEs, semakin rendah tingkat resiliensi, sedangkan belonging support berperan sebagai faktor protektif yang membantu mengurangi dampak negatif pengalaman buruk masa kanak-kanak terhadap resiliensi pada individu emerging adulthood.
Copyrights © 2026