Ibu rumah tangga rentan mengalami tekanan psikologis akibat minimnya pengakuan sosial atas peran domestik yang dijalani tanpa libur, gaji, maupun apresiasi memadai, sehingga berisiko memunculkan kekosongan eksistensial (existential vacuum) yang menurunkan kesejahteraan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan program intervensi psikologi positif berbasis logoterapi Viktor Frankl dan teori subjective well-being (SWB) Ed Diener dalam meningkatkan meaning in life dan kesejahteraan subjektif pada ibu rumah tangga. Program dilaksanakan pada 5-10 ibu rumah tangga melalui empat sesi yang mengoperasionalisasikan tiga jalur makna FranklĀ experiential, creative, dan attitudinal values melalui aktivitas Linimasa Hidupku, Pohon Peranku, Kartu Kekuatanku, dan Surat untuk Diriku di Masa Depan. Data dikumpulkan melalui observasi selama kegiatan berlangsung serta pengukuran pre-test dan post-test menggunakan Purpose in Life Test (PIL), Satisfaction with Life Scale (SWLS), dan Positive and Negative Affect Schedule (PANAS). Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor PIL dari 88,2 menjadi 110,5 (peningkatan signifikan, p < .001), skor SWLS dari 27,0 menjadi 27,1 (tidak signifikan, p = .959), dan skor Positive Affect (PA) dari 37,20 menjadi 38,30 (tidak signifikan, p = .515), dan skor Negative Affect (NA) dari 26,40 menjadi 23,80 (tidak signifikan, p = .251). Temuan ini menunjukkan bahwa program psikologi positif berbasis logoterapi yang menekankan penemuan makna melalui pengalaman, kontribusi peran, dan sikap terhadap kesulitan efektif dalam meningkatkan kesejahteraan subjektif ibu rumah tangga dan dapat dijadikan salah satu alternatif program pengembangan kesejahteraan psikologis komunitas.
Copyrights © 2026