Masa dewasa awal (18–25 tahun) sering diwarnai ketidakpastian dalam menentukan tujuan hidup sehingga menurunkan harapan (hope) terhadap masa depan. Berdasarkan kondisi tersebut, disusun Program “Future With Hope: Perjalanan Versi Terbaik Diriku, Membangun Harapan Merancang Masa Depan” sebagai intervensi psikologi positif (Seligman C Csikszentmihalyi, 2000) berbasis Hope Theory (Snyder, 2002) yang berfokus pada pengembangan goals, pathways, dan agency. Program bertujuan meningkatkan harapan tujuh mahasiswa dewasa awal melalui lima sesi (60 menit) yang meliputi psikoedukasi, life mapping, penetapan SMART goals (Doran, 1981), penyusunan strategi alternatif (Plan A–C), afirmasi positif, dan refleksi diri. Tingkat harapan diukur menggunakan Adult Hope Scale (AHS; Snyder et al., 1991) melalui pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan skor rata-rata hope dari 31,857 (pre-test) menjadi 38,857 (post-test), dengan total skor meningkat dari 223 menjadi 272. Uji normalitas Shapiro-Wilk menunjukkan data pre-test (p=0,562) dan post-test (p=0,570) berdistribusi normal, sedangkan reliabilitas instrumen tetap baik (Cronbach’s Alpha 0,918 pre-test dan 0,782 post-test). Hasil observasi turut menunjukkan perubahan perilaku positif, yaitu peserta menjadi lebih mampu menetapkan tujuan yang realistis, menyusun strategi alternatif, serta lebih yakin terhadap kemampuan dirinya. Dapat disimpulkan bahwa program berbasis Hope Theory efektif meningkatkan harapan pada dewasa awal dan dapat menjadi alternatif intervensi psikologi positif di lingkungan pendidikan tinggi.
Copyrights © 2026