Pemasaran hasil pertanian di Desa Kamal masih menghadapi berbagai kendala, terutama dominasi tengkulak yang menyebabkan ketidakstabilan harga, keterbatasan akses pasar, dan inefisiensi distribusi. Penelitian ini bertujuan merancang Business Architecture sistem informasi pemasaran hasil pertanian menggunakan kerangka The Open Group Architecture Framework Architecture Development Method (TOGAF ADM) sebagai acuan pengembangan proses bisnis yang terintegrasi. Penelitian menerapkan tahapan TOGAF ADM yang meliputi Preliminary Phase, Architecture Vision, Business Architecture, Information Systems Architecture, serta Opportunities and Solutions. Pemodelan proses bisnis dilakukan menggunakan Business Process Model and Notation (BPMN) untuk menggambarkan kondisi proses bisnis saat ini (As-Is) dan proses bisnis yang diusulkan (To-Be). Hasil penelitian menghasilkan rancangan Business Architecture berupa model Central Desa sebagai pusat integrasi pemasaran hasil pertanian dan produk UMKM yang mampu mengonsolidasikan informasi stok dan harga secara terpusat. Integrasi mekanisme Barcode mendukung otomatisasi pendataan petani melalui fitur auto-fill, sehingga meningkatkan efisiensi administrasi dan mengurangi kesalahan pencatatan. Selain itu, penelitian menghasilkan roadmap implementasi sebagai panduan strategis bagi BUMDes dalam mengembangkan sistem informasi pemasaran yang berkelanjutan guna meningkatkan efektivitas pengelolaan pemasaran dan kesejahteraan masyarakat Desa Kamal.
Copyrights © 2026