Penelitian ini bertujuan merekonstruksi bangunan pengetahuan seni-desain yang mengalami distorsi ontologis akibat dominasi ekonomi atensi dan integrasi AI generatif. Dengan menggunakan pendekatan hermeneutika filosofis atas teks Metaphysics dan Nicomachean Ethics karya Aristotle, naskah ini memformulasikan kembali relasi antara theoretike, poietike, dan praktike di bawah pengarah phronesis. Analisis dilakukan terhadap artefak digital kontemporer, khususnya fitur infinite scroll dan consent banner, untuk menunjukkan bagaimana efektivitas teknis (techne) sering kali mengorbankan horizon etis (praktike). Hasil kajian menunjukkan bahwa infinite scroll bekerja sebagai mekanisme pembentukan habitus temporal yang mengikis otonomi subjek, sementara consent banner beroperasi melalui asimetri pilihan visual yang memanipulasi keputusan pengguna. Melalui matriks Prote Philosophia, penelitian ini menawarkan kerangka kerja operasional yang memposisikan eudaimonia sebagai telos utama praktik kreatif untuk memulihkan martabat desainer. Simpulan menegaskan bahwa pemulihan martabat seni-desain mensyaratkan reposisi desainer dari sekadar operator sistem menjadi subjek reflektif yang mampu menimbang konsekuensi sosial-budaya artefak secara kontekstual melalui pengaktifan kebijaksanaan praktis.
Copyrights © 2026