Peningkatan Angka Harapan Hidup memicu bertambahnya populasi lansia yang berisiko mengalami penurunan kapasitas fisiologis dan gangguan Activity of Daily Living (ADL). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara jenis kelamin dengan tingkat kemandirian lansia di Balai Pelayanan dan Penyantunan Lanjut Usia (BPPLU) Pagar Dewa Provinsi Bengkulu. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian mencakup seluruh lansia di BPPLU Pagar Dewa Bengkulu sebanyak 80 orang, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi Indeks Barthel dan dianalisis menggunakan uji Pearson Chi-Square serta Contingency Coefficient. Hasil analisis univariat menunjukkan mayoritas responden berjenis kelamin laki-laki (60,0%) dan tingkat kemandirian terbanyak berada pada kategori ketergantungan ringan (47,5%). Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan kemandirian lansia dengan tingkat keeratan hubungan kategori sedang. Ketergantungan pada lansia laki-laki cenderung lebih tinggi akibat konsentrasi komorbiditas disabilitas fisik berat seperti kelumpuhan dan gangguan penglihatan. BPPLU Pagar Dewa disarankan untuk menerapkan intervensi harian yang sensitif gender, seperti penyediaan fasilitas ramah disabilitas dan fisioterapi bagi lansia laki-laki, serta pemeliharaan kebugaran rutin bagi lansia perempuan.Kata Kunci: activity of daily living (ADL), jenis kelamin, kemandirian lansia
Copyrights © 2026