Ginjal merupakan organ vital yang berperan dalam mempertahankan keseimbangan internal tubuh melalui proses filtrasi darah, ekskresi sisa metabolisme, serta pengaturan cairan dan elektrolit. Organ ini sangat rentan terhadap paparan zat asing, termasuk senyawa bioaktif dari bahan alam. Uji toksisitas akut merupakan skrining awal yang bertujuan untuk menilai efek merugikan yang muncul setelah pemberian dosis tunggal suatu bahan uji dalam periode waktu tertentu. Kayu manis merupakan salah satu tanaman yang banyak dimanfaatkan dalam bidang kesehatan karena memiliki aktivitas farmakologis yang beragam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek toksisitas akut pemberian ekstrak daun kayu manis terhadap fungsi ginjal. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental yang dimulai dengan membagi kelompok perlakuan menjadi 5 kelompok yaitu:kelompok normal yang tidak diberikan perlakuan, kelompok P1 diberikan dosis ekstrak etanol daun kayu manis dosis 200 mg/KgBB, Kelompok P2 dengan dosis 600 mg/KgBB, kelompok P3 dengan dosis 1800 mg/KgBB, dan Kelompok P4 dengan dosis 5400 mg/KgBB. Pengamatan meliputi persentase angka kematian, kadar kreatinin dan ureum, serta pengamatan histopatologi organ ginjal. Analisis data digambarkan secara deskriptif. Hasil menunjukkan ekstrak daun kayu manis tidak menyebabkan kematian dan perubahan signifikan kadar kreatinin dan ureum pada pemberian dosis tunggal dengan rentang dosis 200 mg/KgBB- 5400 mg/KgBB. Namun terdapat perubahan histopatologi pada dosis 600, 1800, 5400 mg/KgBB yaitu ditemukan adanya perubahan sel berupa nekrosis pada tahap piknosis, kariolisis dan karyorrhexis.Kata Kunci: cinnamomum burmannii, ekstrak, ginjal, toksisitas akut
Copyrights © 2026