Bawang merah merupakan produk hortikultura yang termasuk dalam kategori obat-obatan, sayuran, dan rempah-rempah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan konsentrasi PGPR dan biourin kelinci yang optimal untuk pertumbuhan dan hasil bawang merah. Desain Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor dan satu kontrol digunakan dalam penelitian ini. Konsentrasi PGPR (40, 50, dan 60 ml/L) dan Biourin Kelinci (100, 150, dan 200 ml/L) masing-masing merupakan faktor pertama dan kedua. PGPR dan biourin kelinci tidak ada pada kontrol. ANOVA digunakan untuk menganalisis data. Untuk menentukan apakah terdapat perbedaan signifikan antar perlakuan, uji Kontras Ortogonal dan uji DMRT pada tingkat signifikansi 5% digunakan bersamaan dengan kontrol. Tinggi tanaman 28 hari setelah tanam, jumlah daun per rumpun dan per umbi, jumlah umbi, dan berat segar umbi semuanya menunjukkan interaksi antara perlakuan konsentrasi PGPR dan konsentrasi biourin kelinci. Dalam hal jumlah daun per umbi dan rasio pangkal akar 35 hari setelah tanam, kombinasi konsentrasi PGPR dan biourin kelinci menghasilkan hasil yang berbeda secara nyata dari kontrol. Empat belas hari setelah tanam, perlakuan konsentrasi PGPR 40 ml/L menghasilkan pertumbuhan dan hasil tertinggi pada tinggi tanaman. Sedangkan untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil bawang merah, tidak ada perbedaan yang terlihat antara perlakuan konsentrasi biourin kelinci mana pun.
Copyrights © 2026