Perkembangan social commerce menuntut pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk adaptif dalam memanfaatkan media sosial sebagai saluran pemasaran ritel digital utama. UMKM Papagrey Cattery, sebuah bisnis yang bergerak di sector perawatan hewan peliharaan (pet care) premium di Surabaya, menghadapi kendala keterbatasan konsistensi produksi konten visual harian untuk membangun kesadaran merek (brand awareness) lintas platform. Program pengabdian masyarakat berbasis pendampingan kerja lapangan ini bertujuan untuk mengimplementasikan strategi komunikasi pemasaran visual yang terstruktur guna mengakselerasi pertumbuhan audiens secara organik. Metode pelaksanaan pengabdian dilakukan melalui pendekatan pendampingan intensif dan eksekusi langsung (action research) yang meliputi tiga tahapan utama: pemetaan karakteristik produk (product knowledge), penyusunan naskah (script) kreatif, serta produksi dan distribusi konten visual harian lintas platform digital. Hasil dari kegiatan pendampingan ini menunjukkan dampak positif yang signifikan terhadap optimalisasi aset digital mitra. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya peningkatan performa komunikasi visual yang diukur melalui lonjakan grafik jumlah pemirsa (traffic views) serta akselerasi pertumbuhan jumlah pengikut (followers) secara organik pada akun TikTok, Instagram, dan YouTube Papagrey Cattery. Melalui program ini, mitra berhasil membangun ekosistem pelayanan mandiri yang komunikatif sekaligus memperkuat hubungan kedekatan emosional jangka panjang dengan calon pelanggan.
Copyrights © 2026