Latar Belakang: Stroke masih dilaporkan sebagai beban kesehatan utama. Kontrol hipertensi yang buruk, seringkali dikaitkan dengan perilaku perawatan diri (self-care behavior) yang tidak memadai sehingga individu yang menderita penyakit tersebut berisiko tinggi mengalami stroke. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas transtheoretical model terhadap self-care behavior individu yang termasuk dalam kelompok risiko tinggi stroke. Metode: Desain quasi-experimental dengan pendekatan pretest-posttest only digunakan dalam penelitian ini. Partisipan adalah 30 individu dengan hipertensi dan diabetes melitus yang rutin berobat di Puskesmas Banjar Serasan Kota Pontianak selama lebih dari enam bulan. Data tentang perilaku perawatan diri dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah divalidasi dengan koefisien reliabilitas 0,870. Hasil: Skor median self-care behavior sebelum intervensi adalah 32 (IQR = 15), yang berkurang menjadi 28 (IQR = 10) setelah intervensi. Analisis Wilcoxon signed-rank menunjukkan perbedaan yang signifikan pada skor self-care behavior sebelum dan setelah intervensi (p = 0,002). Kesimpulan: Intervensi transtheoretical model merupakan pendekatan yang efektif untuk meningkatkan self-care behavior di antara individu dalam kelompok berisiko tinggi terkena stroke di lingkungan perawatan primer.
Copyrights © 2026