Jurnal Teknik Sumber Daya Air
Vol. 6 No. 1 (Juni 2026)

Simulasi Aliran Debris Di DAS Putih Gunung Merapi dengan Menggunakan Software RAMMS Debris Flow

Silfia Dwi Putri (Program Studi Teknik Sipil, Institut Teknologi Nasional Yogyakarta)
Anggi Hermawan (Program Studi Teknik Sipil, Institut Teknologi Nasional Yogyakarta)
Ardian Alfianto (Balai Teknik Sabo, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum)
Jati Iswardoyo (Balai Teknik Sabo, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum)
Fery Moun Hepy (Balai Teknik Sabo, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum)
Andi Arwik (Balai Teknik Sabo, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2026

Abstract

Gunung Merapi merupakan salah satu gunung berapi paling aktif di Indonesia yang menyisakan material vulkanik dalam jumlah besar pasca erupsi, sehingga berpotensi memicu aliran bahan rombakan (debris flow) pada sungai-sungai berhulu di kawasan Merapi, salah satunya Sungai Putih. Penelitian ini bertujuan memodelkan aliran debris di Daerah Aliran Sungai Putih menggunakan perangkat lunak RAMMS Debris Flow untuk mengidentifikasikan karakteristik aliran dan wilayah yang berpotensi terdampak. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggunaan debit banjir lahar kala ulang 100 tahun sebagai input simulasi RAMMS serta analisis sensitivitas dua skenario parameter koefisien gesek basal (μ). Berdasarkan analisis hidrologi, diperoleh curah hujan rencana kala ulang 100 tahun sebesar 128 mm, koefisien limpasan rata-rata sebesar 0,16, debit banjir rencana sebesar 41,05 m³/s, dan debit banjir lahar sebesar 65,68 m³/s. Hasil simulasi menunjukkan panjang aliran debris mencapai 3,98 km pada skenario pertama dan 5 km pada skenario kedua. Kecepatan maksimum aliran tercatat sebesar 4,55-4,68 m/s, ketinggian aliran maksimum sebesar 2,80-2,85 m, dan tekanan maksimum sebesar 47,74-50,55 kPa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan nilai koefisien gesek basal meningkatkan kecepatan, tekanan, dan panjang aliran debris. Secara spasial, zona bahaya tinggi berada pada segmen hulu Sungai Putih dengan lereng curam, sedangkan pada kedua skenario aliran debris belum mencapai sabodam maupun kawasan permukiman. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam evaluasi zona bahaya dan mitigasi bencana sedimen di DAS Putih. 

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jtsda

Publisher

Subject

Civil Engineering, Building, Construction & Architecture Energy Engineering Environmental Science

Description

Jurnal Teknik Sumber Daya Air (JTSDA) adalah jurnal berbahasa Indonesia yang memuat naskah ilmiah dalam bidang Teknik Sumber Daya Air dengan proses review secara double-blind peer-reviewed. JTSDA terbit 2 (dua) kali dalam setahun, open access, menerima berbagai tipe naskah, baik naskah penelitian ...