Gunung Merapi merupakan salah satu gunung berapi paling aktif di Indonesia yang menyisakan material vulkanik dalam jumlah besar pasca erupsi, sehingga berpotensi memicu aliran bahan rombakan (debris flow) pada sungai-sungai berhulu di kawasan Merapi, salah satunya Sungai Putih. Penelitian ini bertujuan memodelkan aliran debris di Daerah Aliran Sungai Putih menggunakan perangkat lunak RAMMS Debris Flow untuk mengidentifikasikan karakteristik aliran dan wilayah yang berpotensi terdampak. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggunaan debit banjir lahar kala ulang 100 tahun sebagai input simulasi RAMMS serta analisis sensitivitas dua skenario parameter koefisien gesek basal (μ). Berdasarkan analisis hidrologi, diperoleh curah hujan rencana kala ulang 100 tahun sebesar 128 mm, koefisien limpasan rata-rata sebesar 0,16, debit banjir rencana sebesar 41,05 m³/s, dan debit banjir lahar sebesar 65,68 m³/s. Hasil simulasi menunjukkan panjang aliran debris mencapai 3,98 km pada skenario pertama dan 5 km pada skenario kedua. Kecepatan maksimum aliran tercatat sebesar 4,55-4,68 m/s, ketinggian aliran maksimum sebesar 2,80-2,85 m, dan tekanan maksimum sebesar 47,74-50,55 kPa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan nilai koefisien gesek basal meningkatkan kecepatan, tekanan, dan panjang aliran debris. Secara spasial, zona bahaya tinggi berada pada segmen hulu Sungai Putih dengan lereng curam, sedangkan pada kedua skenario aliran debris belum mencapai sabodam maupun kawasan permukiman. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam evaluasi zona bahaya dan mitigasi bencana sedimen di DAS Putih.
Copyrights © 2026