Penyaluran kredit kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) merupakan segmen strategis perbankan yang memerlukan penilaian kelayakan yang cermat untuk meminimalkan risiko kredit bermasalah. Artikel ini mengkaji proses penilaian kelayakan pemberian Kredit Guna Bhakti (KGB) kepada PNS di Bank BJB KCP Pangleseran, Kabupaten Sukabumi. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara, dan dokumentasi selama pelaksanaan program magang periode Februari hingga Juni 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penilaian kelayakan kredit di Bank BJB KCP Pangleseran dilaksanakan secara sistematis melalui delapan tahapan utama, mulai dari pengajuan permohonan, BI Checking melalui SLIK OJK, verifikasi dokumen, analisis kelayakan, hingga monitoring pascapencairan. Faktor penentu kelayakan kredit mencakup status kolektibilitas nasabah (kolektibilitas 1/lancar), kelengkapan dokumen administrasi, Debt Service Ratio (DSR), serta surat rekomendasi atasan. Penerapan prinsip kehati-hatian ini mencerminkan implementasi manajemen risiko yang efektif dalam menjaga kualitas portofolio kredit. Penelitian ini merekomendasikan digitalisasi verifikasi dokumen dan peningkatan fitur layanan kredit pada aplikasi BJB Digi untuk meningkatkan efisiensi proses tanpa mengorbankan prinsip kehati-hatian.
Copyrights © 2026