Industri pengolahan pangan berbasis kelapa, seperti produksi Nata de Coco, menghasilkan limbah Sludge sebagai residu dari proses Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Penelitian ini mengkaji pengelolaan limbah Sludge di PT Supra Natami Utama, perusahaan pengolah Nata de Coco yang berlokasi di Sukabumi, Jawa Barat, dalam kerangka prinsip green industry dan keberlanjutan lingkungan. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif, wawancara informal, dan dokumentasi selama kegiatan magang (Agustus–Desember 2025). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan telah menerapkan sistem pencatatan limbah Sludge secara terstruktur melalui logbook harian dan pelaporan digital berbasis sistem SIMPEL Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), serta pemantauan parameter suhu sebagai indikator kinerja IPAL. Pemanfaatan Sludge sebagai bahan baku pupuk kompos merupakan bentuk nyata implementasi ekonomi sirkular yang memberikan nilai tambah ganda: pengurangan volume limbah B3 dan substitusi pupuk kimia. Meskipun demikian, terdapat gap antara pencatatan manual dan digitalisasi penuh yang perlu diperkuat. Penelitian ini merekomendasikan integrasi sistem Internet of Things (IoT) untuk pemantauan real-time, serta penguatan kapasitas SDM di bidang pengelolaan lingkungan berbasis data. Â
Copyrights © 2026