Tradisi Ngantar Jadah merupakan salah satu kearifan lokal dalam siklus hidup(life cycle) masyarakat Dusun Lubuk Landai, Jambi, yang berfungsi sebagaiperekat silaturahmi pasca-pernikahan. Dalam perkembangannya, tradisi inimengalami pergeseran pada aspek simboliknya. Penelitian ini bertujuan untukmengkaji makna, prosesi, dan perkembangan tradisi Ngantar Jadah denganperspektif teori evolusi kebudayaan. Penelitian ini menggunakan pendekatankualitatif etnografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ngantar Jadah adalahtradisi mengantar kue dudol kepada keluarga kedua mempelai yang bermaknasebagai penyambung tali silaturahmi. Inti tradisi ini tetap lestari, namun terjadievolusi pada atribut simboliknya. Penggunaan pakaian adat seperti jas dan kaintajung pada mempelai pria telah bergeser kepada pakaian formal yang lebihpraktis seperti batik atau kemeja. Pergeseran ini dipicu oleh faktor adaptasiterhadap zaman, kelangkaan benda budaya, dan perubahan gaya hidup generasimilenial yang mengutamakan kepraktisan. Studi ini menyimpulkan bahwaperubahan pada tradisi Ngantar Jadah merupakan bentuk evolusi budaya yangadaptif. Meskipun unsur simboliknya berubah, nilai inti tradisiyaitu silaturahmi tetap bertahan dan tidak tergantikan, menunjukkan ketahananbudaya lokal dalam merespons modernitas
Copyrights © 2024