Penelitian ini mengkaji Legenda Danau Kerinci, khususnya kisah Calungga dan Calupat, sebagai mitos etiologi yang merekam ingatan kolektif masyarakat Kerinci tentang terbentuknya bentang alam di sekitar Gunung Kerinci. Dengan menggunakan teori Ekologi Budaya Julian Steward, analisis difokuskan pada bagaimana narasi mitologi amukan naga Calungga dan jebolan ekornya yang membentuk Sungai Batang Meranginmerupakan representasi simbolis dari fenomena geologi vulkano tektonik yang sesungguhnya membentuk Danau Kerinci dan lembah sekitarnya. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan pendekatan kepustakaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Legenda Danau Kerinci berfungsi sebagai historiografi alam berbasis kearifan lokal: Masyarakat Kerinci kuno mengodekan perubahan geologis dramatis ke dalam bahasa mitologi agar dapat diwariskan secara lisan kepada generasi berikutnya. Tiga prosedur ekologi budaya Pengurus hubungan teknologi lingkungan, pola perilaku pemanfaatan lingkungan, dan pengaruh pola perilaku terhadap sistem budaya terbukti hadir dalam struktur naratif legenda ini. Pelestarian legenda ini menjadi mendesak karena para penutur (tukang kunun) semakin berkurang akibat modernisasi.
Copyrights © 2026