Cerita rakyat merupakan salah satu media yang merepresentasikan nilai sosial dan budaya masyarakat pada suatu masa. Salah satu cerita rakyat Jambi, Bujang Bungkuk, menghadirkan tokoh utama yang mengalami diskriminasi akibat kondisi fisiknya berupa tubuh pendek dan bungkuk. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk stigma sosial yang dialami tokoh Bujang Bungkuk menggunakan teori stigma sosial Erving Goffman. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra. Data penelitian berupa narasi dan dialog dalam cerita rakyat Bujang Bungkuk. Analisis dilakukan melalui teknik pembacaan intensif, klasifikasi data, interpretasi, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stigma terhadap Bujang Bungkuk muncul melalui pelabelan negatif, ejekan, serta penilaian masyarakat berdasarkan penampilan fisik. Namun demikian, tokoh Bujang Bungkuk tidak merespons stigma dengan kekerasan ataupun balas dendam. Ia justru melakukan bentuk perlawanan simbolik melalui sikap rendah hati, kemampuan mengobati, kecerdasan, serta keikhlasan menolong tanpa mengharapkan imbalan. Pada akhir cerita masyarakat mengalami perubahan persepsi sehingga stigma yang sebelumnya melekat berubah menjadi penghormatan sosial. Cerita rakyat ini menunjukkan bahwa masyarakat Melayu Jambi telah menghadirkan kritik terhadap diskriminasi fisik jauh sebelum isu body shaming menjadi perhatian publik pada masa kini
Copyrights © 2026