Latar Belakang: Era digital telah mengubah cara orang tua mengakses informasi kesehatan dan gizi anak, sementara masalah gizi dan hambatan tumbuh kembang balita masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Kabupaten Aceh Barat. Kapasitas orang tua dalam mengoptimalkan gizi dan tumbuh kembang balita dipengaruhi oleh faktor sosioekonomi, kognitif, dan literasi digital. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi peran orang tua dalam optimalisasi gizi dan tumbuh kembang balita usia 6–59 bulan pada era digital di Kabupaten Aceh Barat tahun 2026. Metode: Penelitian analitik observasional dengan desain cross-sectional akan dilaksanakan di Kabupaten Aceh Barat pada tahun 2026. Unit analisis adalah orang tua yang memiliki balita usia 6–59 bulan. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, mencakup variabel demografi, sosioekonomi, pengetahuan, literasi digital, dukungan keluarga, pola asuh, akses layanan kesehatan, dan peran orang tua. Analisis meliputi univariat, bivariat Chi-square, dan multivariat regresi logistik ganda. Hasil: [Hasil akan disajikan setelah pengumpulan dan analisis data; placeholder disediakan pada Tabel 1–4]. Kesimpulan: Temuan diharapkan mengungkap determinan dominan peran orang tua dalam optimalisasi gizi dan tumbuh kembang balita pada konteks digital sebagai dasar intervensi gizi berbasis komunitas dan parenting digital
Copyrights © 2026