Jurnal Ilmiah Agribios
Vol 24 No 01 (2026): JUNI

Analisis Risiko Produksi pada Usahatani Padi di Kecamatan Sukodono Kabupaten Sidoarjo

Fifi Nur Faizah (Program Studi Agribisnis, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur, Surabaya)
Teguh Soedarto (Program Studi Agribisnis, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur, Surabaya)
Nisa Hafi Idhoh Fitriana (Program Studi Agribisnis, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur, Surabaya)



Article Info

Publish Date
12 Jun 2026

Abstract

Ketahanan pangan merupakan isu strategis di Indonesia, namun dalam praktiknya mengalami berbagai risiko yang dapat menurunkan produksi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi sumber risiko produksi, tingkat risiko produksi, dan upaya yang dilakukan petani untuk meminimalisir risiko pada usahatani padi di Kecamatan Sukodono Kabupaten Sidoarjo. Sampel penelitian berjumlah 96 petani padi. Data diperoleh dari wawancara, dan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Hasil penelitian menunjukkan sumber risiko produksi meliputi faktor iklim, teknis, hama, dan input, dengan total 15 variabel risiko sebagai faktor kegagalan utama. Analisis FMEA menghasilkan nilai Risk Priority Number (RPN) yang memeringkat tingkat risiko, kategori tinggi (high risk) meliputi serangan hama burung (RPN 86,08), hama tikus (RPN 84,85), keterbatasan tenaga kerja (RPN 84,27), dan pengairan tidak stabil (RPN 83,73). Risiko dengan kategori sedang (moderate risk) adalah kebiasaan penggunaan pupuk berlebihan, sedangkan variabel lainnya termasuk dalam kategori rendah. Upaya petani dalam meminimalisir risiko antara lain pengendalian hama dengan pestisida dengan cara tradisional, pemeliharaan dan pembersihan saluran irigasi, pengaturan pola tanam sesuai iklim, penggunaan pupuk secara lebih bijak, pemanfaatan tenaga kerja luar desa, serta pemeliharaan sistem pengairan.

Copyrights © 2026