Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh badan hukum, sosial ekonomi, dan inovasi produk terhadap wisata edukasi berkelanjutan di Kelompok Tani Hutan (KTH) Panderman, Batu, Jawa Timur. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik sensus terhadap 50 anggota KTH. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS versi 25.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi produk merupakan variabel paling dominan (β = 0,668; p = 0,000) yang tercermin dari pengembangan produk olahan madu, minyak atsiri, jamu herbal, dan tepung porang. Badan hukum juga berpengaruh signifikan (β = 0,327; p = 0,000) dengan memfasilitasi akses permodalan dan bantuan pemerintah. Secara keseluruhan, model yang dibangun memiliki nilai R Square sebesar 0,965 yang menunjukkan bahwa 96,5% variasi wisata edukasi berkelanjutan dapat dijelaskan oleh ketiga variabel independen. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan kelembagaan melalui badan hukum dan pengembangan inovasi produk merupakan strategi kunci dalam mewujudkan wisata edukasi berkelanjutan. Implikasi praktisnya adalah perlunya fokus pada pengembangan produk berbasis potensi lokal dan penguatan kapasitas kelembagaan secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026