Penelitian ini menganalisis jaringan terorisme dan dampaknya terhadap keamanan nasional dengan menggarisbawahi kompleksitas fenomena terorisme sebagai manifestasi pertentangan ideologi, ketidakadilan sosial, dan dinamika politik. Menggunakan pendekatan kriminologis, penelitian mengkaji struktur organisasi teroris, modus operandi, serta proses perekrutan yang semakin canggih berkat kemajuan teknologi dan komunikasi. Artikel ini menggambarkan bagaimana jaringan terorisme beroperasi dalam konteks global, memanfaatkan kelemahan sistem hukum dan keamanan di berbagai negara. Penelitian juga menyoroti pentingnya pemahaman mendalam tentang motivasi individu yang terlibat dalam terorisme, serta bagaimana pendekatan berbasis bukti dalam kebijakan keamanan nasional dapat membantu mencegah dan menangani ancaman terorisme secara lebih efektif. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif yang dipadukan dengan analisis kriminologis melalui studi pustaka terhadap peraturan perundang-undangan, dokumen resmi, dan literatur ilmiah relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jaringan terorisme kontemporer beroperasi melalui model hierarkis, sel-sel, maupun jaringan longgar, dengan memanfaatkan media digital untuk perekrutan dan propaganda. Dampaknya mencakup dimensi ekonomi, psikologis, politik, dan sosial yang saling terkait. Kolaborasi lintas sektoral, penyusunan strategi komprehensif, serta pendekatan rehabilitasi dan deradikalisasi merupakan kunci menciptakan sistem keamanan yang lebih tangguh dan responsif terhadap ancaman terorisme.
Copyrights © 2026