Tradisi khataman Qur'an di kalangan perempuan sering kali terjebak pada dimensi ritual-spiritual semata, padahal memiliki potensi sosiologis yang sangat besar dalam merespons berbagai krisis keagamaan kontemporer seperti radikalisme, intoleransi, dan komodifikasi agama. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis strategi manajemen dakwah pada tradisi khataman Qur'an perempuan berbasis tafsir sosial guna mengatasi krisis keagamaan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui kajian pustaka (literature review) dengan mengeksplorasi secara kritis dan mendalam dari pemikiran para sarjana terkait manajemen dakwah, sosiologi tafsir, dan gerakan perempuan. Hasil kajian literatur menunjukkan bahwa rekonstruksi manajemen dakwah dalam tradisi ini memerlukan tiga aspek strategi utama yang saling berintegrasi. Pertama, pengorganisasian pesan dakwah melalui transformasi pemahaman teks Al-Qur'an menjadi teologi aksi yang kontekstual. Kedua, optimalisasi tata kelola jaringan kelembagaan kelompok khataman sebagai ruang artikulasi sosial-keagamaan di ranah publik. Ketiga, perumusan program dakwah bil-hal yang adaptif terhadap problematika riil kemasyarakatan. Temuan ini menegaskan bahwa melalui manajemen strategis yang berbasis pada tafsir sosial, tradisi khataman Qur'an perempuan mampu bertransformasi menjadi instrumen gerakan dakwah emansipatif yang solutif dalam memitigasi krisis keagamaan di Indonesia.
Copyrights © 2026