Pendidikan Islam tidak hanya bertujuan mentransfer pengetahuan, melainkan juga membentuk kemampuan bernalar yang kritis dan sikap beragama yang luwes. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan urgensi, peran, strategi, serta implikasi pengenalan keragaman pandangan dalam membangun pola pikir kritis peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis kajian kepustakaan terhadap sumber-sumber relevan yang diterbitkan tahun 2020–2026, dianalisis melalui teknik analisis isi dan kajian komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengenalan keragaman pandangan mengubah pola pembelajaran dari penerimaan pasif menjadi proses pemahaman yang berbasis penalaran, sekaligus mencegah pemahaman yang kaku dan sempit. Keragaman pandangan berperan strategis melatih peserta didik mengenali dasar argumen, membandingkan perspektif, menganalisis secara objektif, dan tidak mudah menerima informasi secara mentah. Strategi penyajian yang efektif dilakukan secara seimbang, tidak memihak, dan mengarahkan pada pemahaman prinsip umum ajaran, yang pada akhirnya menuntut peran guru sebagai fasilitator serta penyesuaian materi ajar yang memuat keragaman pandangan secara proporsional.
Copyrights © 2026