Identitas religius seseorang tidak dapat dipisahkan dari realitas sosial dimana ia bertumbuh. Keduanya berkelindan membentuk personifikasi diri sebagai bagian dari masyarakat sosial. Lewat Asa dalam Bara, Visi di Tengah Api: Pergulatan Gereja dalam Kelindan Identitas Etnis dan Agama di Maluku, Gaspersz menguraikan bagaimana ruang negosiasi antara identitas Kristen dengan etnisitas Maluku melebur menjadi satu identitas yang melekat pada diri orang Kristen Maluku. Identitas Kristen saat ini tak lekang dari sejarah masuknya Kristen Eropa di Maluku, perjumpaan berbagai macam kebudayaan dan etnisitas, kemudian ditempa oleh realitas konflik 1999, hingga akhirnya melahirkan identitas masyarakat saat ini. Pergulatan panjang tersebut merupakan keniscayaan dari masyarakat sosial yang dinamis. Pada akhirnya, realitas ini perlu menjadi landasan untuk membangun kesadaran sosial dan teologis masyarakat Maluku sebagai masyarakat yang dinamis. Dengan begitu, proses berteologi tidak terpenjara pada teks Kristianitas eksklusif, melainkan mengakar pada kesadaran eksistensial ke-Maluku-an.
Copyrights © 2026